Ada hari-hari
ketika langit terlalu sunyi
hingga doa terdengar seperti gema
yang kembali kepada diri sendiri.
Aku berjalan
membawa kantong penuh harap,
meski beberapa di antaranya
sudah robek oleh kecewa.
Orang-orang bilang,
waktu akan menyembuhkan.
Padahal waktu hanya mengajarkan
cara berdamai dengan luka
yang tak sempat sembuh.
Namun,
setiap fajar selalu datang
tanpa meminta izin pada malam.
Mungkin hidup juga begitu.
Ia tak selalu memberi
apa yang kita pinta,
tetapi diam-diam
menyiapkan sesuatu
yang lebih pantas kita peluk.
Maka hari ini
biarkan aku tetap melangkah.
Sebab siapa tahu,
bahagia hanya sedang terlambat,
bukan tersesat.

Komentar
Posting Komentar