Menit Sepuluh

 


Nafasnya terengah-engah usai makhluk itu mengejarnya selama sepuluh menit perjalanan, hutan gelap itu, lagi-lagi masuk dimimpinya. “Aku kenapa bisa disini?”, batinnya saat berhenti sejenak tepat didepan pohon beringin rimbun yang tinggi menjulang. Tiba-tiba aroma wangi semerbak bunga tujuh rupa menyeruak masuk dalam indra penciumannya, membuat bulu kuduknya kian meremang. Tenggorokannya tercekat terasa seperti ada yang mencekik, nafasnya semakin memburu ketika suara burung malam berbunyi nyaring mengusik ketenangan setiap orang yang mendengarnya. Daun lembab dibawah kakinya juga terasa menarik tubuhnya kedalam tanah pijakannya. 

SRRASSHH

“astaga, kenapa malah tiba-tiba hujan,”

“aku ada dimana ini, kemana jalan keluarnya?”,

Komentar