Di negeri yang terlalu ramai ini,
orang-orang berbicara
lebih cepat daripada mendengar.
Berita berlari
lebih kencang daripada kebenaran.
Jempol-jempol menari di layar,
mengadili,
memuji,
mencaci,
sebelum sempat memahami.
Di negeri yang terlalu ramai ini,
setiap hari ada perdebatan baru.
Ada yang marah.
Ada yang membela.
Ada yang hanya ingin didengar.
Namun di antara ribuan suara itu,
masih ada petani yang menunggu hujan.
Masih ada nelayan yang menunggu ombak tenang.
Masih ada mahasiswa yang menunggu wisuda.
Masih ada ibu yang menghitung uang belanja agar cukup sampai akhir bulan.
Mereka tidak banyak bicara.
Tapi negeri ini tetap berdiri di atas kerja keras mereka.
Dan mungkin, saat dunia sibuk berteriak,
harapan justru sedang tumbuh dalam diam.

Komentar
Posting Komentar