Langit sore waktu itu lagi bagus-bagusnya. Warna jingga nyampur sama angin dingin habis hujan. Kampus mulai sepi, cuma beberapa mahasiswa yang masih duduk di gazebo sambil pura-pura nugas padahal ngobrol.
Adyra duduk sendiri di depan gedung perpustakaan sambil nunggu ojek online yang barusan ia pesan. Earphone nya nyala, tapi lagu yang diputer bahkan ga dia dengerin.
"Belum pulang?"
Suara itu muncul barengan sama aroma kopi swayalan kampus. Adyra nengok. Reno berdiri sambil bawa dua gelas kopi dingin.
"Belum. Driver nya lama," jawab Adyra pendek.
Reno duduk di sebelahnya, nyodorin satu kopi. "Nih, tadi kebeli dua."
"Kebeli?" Adyra ngangkat alis.
"Iya, soalnya yang satu niatnya buat kamu."
Adyra ketawa kecil. Reno emang sering ngomong seenaknya, tapi anehnya ga pernah bikin risih. Mereka diem cukup lama. Bukan suasana canggung, cuma ya.. nyaman aja.
"Aku besok pindah kelas," kata Reno tiba-tiba.
Adyra yang tadi mainin sedotan langsung berhenti.
"Hah? Kenapa?"
"Ngulang matkul"
"Oh"
Jawaban Adyra pendek banget, tapi kepalanya mendadak ramai sendiri. Berarti nanti ga ada lagi orang yang tiba-tiba duduk di sebelahnya waktu kelas kosong. Ga ada lagi yang minjem catetan cuma buat ngajak ngobrol. Ga ada lagi yang suka bilang "hati-hati pulangnya" padahal arah rumah mereka beda.
"Sedih?" Reno nanya sambil senyum miring.
"Apasih, GR ah"
"Berarti sedih"
Adyra mendengus kecil,
"Biasa aja"
Padahal jelas ga biasa. Kadang seseorang datang bukan buat jadi siapa-siapa. Bukan buat dimiliki juga. Cuma buat bikin hari-hari yang tadinya datar jadi sedikit lebih hidup.
Driver ojek online Adyra akhirnya datang. Adyra berdiri buru-buru.
"Aku duluan yaa"
Reno ngangguk, "iya"
Tapi sebelum Adyra pergi, Reno manggil sekali lagi.
"Dyra"
"Hm?"
"Kalau nanti kita jarang ketemu... jangan jadi asing ya"
Entah kenapa, kalimat itu lebih bikin Adyea takut dibanding kata perpisahan. Adyra akhirnya cuma senyum kecil.
"Iya. Kalau kamu ga sok sibuk duluan"
Lalu motor yang ditumpangi Adyra melaju tak terlihat. Dan sore itu, untuk pertama kalinya, Adyra sadar kalau ada beberapa orang yang ternyata pelan-pelan masuk ke hati tanpa permisi. Bukan cinta yang besar. Cuma kehilangan kecil yang mulai terasa bahkan sebelum semuanya benar-benar berubah.

Komentar
Posting Komentar