Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen Dakwah (HMPS MD) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Divisi Manajemen Pemberdayaan Organisasi (MPO) kembali menggelar kegiatan Forum Diskusi Mahasiswa Manajemen Dakwah (FORSIMA) dengan mengusung tema “Refleksi Penyimpangan Agama di Era Post Truth dalam Media Sosial”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 18 April 2025, pukul 09.00 hingga 11.00 WIB bertempat di Angkringan Lawe 3, dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai jurusan secara terbuka.
Kegiatan dibuka oleh Nanda Yulia Putri sebagai moderator yang memberikan pengantar singkat mengenai tema, dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Mohammad Khadziqun Nuha, M.Pd.I. Dalam penyampaiannya, beliau menjelaskan beberapa poin penting terkait peran media sosial dalam penyebaran informasi, risiko penyebaran informasi keagamaan yang tidak terverifikasi, serta pentingnya pendidikan agama yang benar sebagai benteng dari penyimpangan. Selain itu, pemateri juga menambahkan sudut pandang terkait tantangan umat beragama dalam menghadapi arus informasi yang tidak selalu dapat dipercaya di era post truth.
Tujuan dari diskusi ini adalah untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap potensi penyimpangan agama yang muncul akibat informasi menyesatkan di media sosial, mendorong sikap kritis terhadap setiap informasi yang diterima, serta memperkuat pemahaman keagamaan yang benar. Diharapkan melalui kegiatan ini, mahasiswa mampu menjadi agen literasi digital yang cerdas dan bijak dalam menyikapi isu-isu keagamaan di ruang maya.
Dengan terselenggaranya diskusi ini, panitia berharap terciptanya ruang reflektif dan edukatif yang dapat memperkaya wawasan serta menumbuhkan kesadaran kolektif terhadap pentingnya memverifikasi informasi sebelum mempercayai dan menyebarkannya, khususnya yang berkaitan dengan ajaran agama.

Komentar
Posting Komentar