Kesekian kalinya aku melangkah,
Di titian rapuh ambang keputusasaan.
Tak lagi sudi mengeja kata hati,
Saat puing harapan tak lagi menyisakan keinginan untuk bangkit.
Hati telah lebur,
Benih asa tak lagi mampu berakar.
Hanya sunyi yang merambat,
Membawa hampa yang perlahan melumat.
Lalu ketakutan mulai berbisik parau,
"Hentikan, kau hanya akan jatuh terbentur."
Namun kaki ini tetap keras kepala ingin melangkah,
Meski batin terus menggumam, "Sudahlah, semua akan sia-sia."
Suara itu terus menghantui, "Kau sudah berkali-kali tersakiti."
Tetapi kaki ini menolak berhenti,
Mencoba percaya pada sisa-sisa kemungkinan,
Meski ketakutan terus mengejar, tak kunjung menyerah.

Komentar
Posting Komentar