Selasa tanggal 14 Maret 2023. Devisi literasi dan Seni HMPS manajemen dakwah UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung , melaksanakan salah satu program kerjanya yaitu Khitobah yang awali dengan syawir kitab Arbain Nawawi yang di adakan setiap seminggu sekali, dengan dipimpin oleh Ahmad Badawi mahasiswa manajemen dakwah semester 4.
Pada kali ini kita membahas bab pertama dan kedua dalam kitab Arbain Nawawi tersebut.
Bab pertama yaitu bab yang menjelaskan tentang Pahala Pekerjaan Ditentukan pada Niatnya. Dari Amirul Mukminin Abi Hafsh Umar bin Khattab ra. berkata, Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya amal perbuatan itu disertai niat dan setiap orang mendapat balasan amal sesuai dengan niatnya. Barangsiapa yang berhijrah hanya karena Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya itu
menuju Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa hijrahnya karena dunia yang ia harapkan atau karena wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya itu menuju yang ia inginkan."
(Diriwayatkan oleh dua orang ahli hadits: Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Mughirah bin Bardizbah Al-Bukhari dan Abul Husain Muslim bin Al-Hajjaj bin Muslim Al-Qusyairy An- Naisaburi, di dalam kedua kitab tershahih di antara semua kitab hadits).
Jadi bab pertama ini menjelaskan segala sesuatu itu tergantung pada Niatnya, barang siapa yang niatnya untuk Allah dan Rasulullah Saw maka ia akan sampai pada apa yang ia tuju, sebaliknya ketika kita berniat melakukan sesuatu karena dunia maka ia akan mendapatkannya.
Bab yang kedua menjelaskan tentang Pemahaman Islam, Iman, dan Ihsan.
Umar bin Khattab ra. berkata, "Suatu ketika kami (para sahabat) duduk didekat Rasulullah saw. Tiba - tiba muncul kepada kami seorang lelaki menggenakan pakaian yang sangat putih dan rambutnya amat hitam. Tak terlihat padanya tanda - tanda bekas perjalanan dan tak ada seorangpun di antara kami yang mengenalnya. Ia segera duduk di hadapan Nabi, lalu lututnya disandarkan kepada lutut Nabi dan meletakkan kedua tangannya di atas kedua paha Nabi, kemudian ia berkata, "Hai Muhammad! Beritahukan kepadaku tentang Islam". Rasulullah saw. menjawab, "Islam adalah engkau bersaksi tidak ada Tuhan melainkan Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah Rasul Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan dan engkau menunaikan haji ke Baitullah jika engkau telah mampu melakukannya".
Lelaki itu berkata, "Engkau benar". Maka kami heran; ia yang bertanya ia pula yang membenarkannya. Kemudian ia bertanya lagi, "Beritahukan kepadaku tentang Iman". Nabi menjawab, "Iman adalah engkau beriman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab - kitab-Nya, para Rasul-Nya, hari Akhir dan beriman kepada takdir Allah yang baik dan yang buruk". Ia berkata, "Engkau benar".
Dia bertanya lagi, "Beritahukan kepadaku tentang Ihsan." Nabi menjawab, "Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seakan - akan engkau melihat-Nya, kalaupun engkau tidak melihat-Nya, sesungguhnya Dia melihatmu."
Lelaki itu berkata lagi, "Beritahukan kepadaku kapan terjadinya Kiamat." Nabi menjawab, "Yang ditanya tidaklah lebih tahu daripada yang bertanya." Dia pun bertanya lagi, "Beritahukan kepadaku tentang tanda - tandanya!" Nabi menjawab, "Jika seorang budak wanita telah melahirkan tuannya; jika engkau melihat orang yang bertelanjang kaki, tanpa memakai baju (miskin papa) serta penggembala kambing telah saling berlomba dalam mendirikan bangunan megah yang menjulang tinggi."
Kemudian lelaki tersebut segera pergi. Akupun terdiam sehingga Nabi bertanya kepadaku, "Wahai Umar, tahukah engaku siapa yang bertanya tadi?" Aku menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui." Beliau bersabda, "Ia adalah Jibril yang mengajarkan kalian tentang agama kalian"." (HR. Muslim).
Pada bab kedua Iki menerangkan tentang hakikat Islam adalah bersaksi
tidak ada Tuhan melainkan Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah Rasul Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan dan menunaikan haji ke Baitullah jika telah mampu melakukannya. Kemudian menjelaskan tentang iman bahwasanya iman adalah beriman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab - kitab-Nya, para Rasul-Nya, hari Akhir dan beriman kepada takdir Allah yang baik dan yang buruk. Dalam hadits ini juga menjelaskan tentang Ihsan,Ihsan yaitu beribadah kepada Allah seakan-akan Allah itu hadir di hapannya.
Dan yang terakhir yaitu menjelaskan tentang tanda-tanda hari kiamat, yang mana rosulullah menjelaskan bahwa ketika para penduduk desa berlomba-lomba untuk meninggikan bangunannya, ketika budal melahirkan tuannya, artinya anak yang menjadikan orang tua sebagai budaknya, dan yang terakhir yaitu anak yang terlahir tanpa ada ayahnya, atau anak hasil zina.
Dalam kajian ini di peroleh ilmu baru untuk mahasiswa manajemen dakwah sebagai bekal untuk berdakwah di masyarakat.
Komentar
Posting Komentar