Jumat siang pukul 13.00 WIB tanggal 17 Mei 2024, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), Manajemen Dakwah (MD), Divisi Literasi, telah menyukseskan pelatihan pidato tahap awal di Gedung Pasca Sarjana lt.4, Plosokandang, Tulungagung, dengan mengangkat tema “Melatih Mental” yang selaras dengan temanya acara ini bertujuan untuk membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan berbicara di depan umum, meningkatkan fokus, dan membangun rasa percaya diri dalam berbicara di depan. Melalui latihan meditasi, afirmasi positif, dan teknik komunikasi yang efektif, mahasiswa dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam berbicara di depan umum, memperkuat daya tarik pidato, dan mencapai kesuksesan dalam berkomunikasi secara efektif. Dan membantu mahasiswa menjadi pembicara yang percaya diri, meyakinkan, dan memukau dalam menyampaikan gagasan dan pesan mereka kepada audiens.
Acara ini terbuka untuk umum dengan sekitar 20 peserta, dipandu oleh moderator Natasya Febriana Valentine, seorang mahasiswa Manajemen Dakwah semester dua. Dilanjut Pemateri, Dr. Zulfa Ismawati, M.Pd., seorang dosen di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, menjelaskan konsep mental sebagai aktivitas jiwa, cara berpikir, dan berperasaan. Public Speaking dijelaskan sebagai seni berbicara di depan umum, sementara. Retorika adalah kesenian berbicara singkat, jelas, padat, dan mengesankan. Dengan retorika, seseorang dapat berpidato, berdiskusi, berargumentasi, dan bernegosiasi secara efektif. Persiapan, penentuan topik, tujuan, serta analisis situasi dan audiens merupakan hal penting saat berbicara di depan umum. Prinsip-prinsip seperti Kontak mata, Mengukur kemampuan suara, Pola titinada, dan Intonasi juga penting saat berbicara di depan umum. Pola dasar persiapan penampilan, menetapkan isi penampilan, dan alat bantu penampilan juga ditekankan. Tips mengatasi rasa takut dan cemas meliputi mengenali alasan takut, latihan menguasai rasa takut, dan memahami bahwa rasa takut adalah hal wajar. Pengendalian diri saat berpidato meliputi mengenali kondisi psikologis, persiapan tampilan, berdoa, mempelajari ilmu Public Speaking dan Retorika, belajar empati, serta membangun komunitas yang mendukung juga disarankan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, di mana salah satu mahasiswa mengajukan pertanyaan tentang "Bagaimana cara mengendalikan emosi?" dan pemateri menjawab bahwa penting untuk sering melihat orang-orang tampil, memiliki figur yang dijadikan panutan, memahami kebutuhan dan keinginan mereka, serta memperhatikan bagaimana pendengar memandang kita. Langkah terakhir adalah dengan berdoa. Acara berhasil selesai pukul 15.00 WIB dan ditutup oleh moderator sebelum dilanjutkan dengan sesi foto.

Komentar
Posting Komentar